Hari
pertama belajar mata kuliah Perilaku Konsumen itu seperti mempelajari diri
sendiri sebagai konsumen. Pada mata kuliah perilaku konsumen, terdapat perspektif
riset perilaku konumen, yaitu perspektif pengambilan keputusan, perspektif
eksperiensial, dan perspektif pengaruh behavioral. Berdasarkan riset tersebut, saya
termasuk konsumen yang perspektif pengambilan keputusan. Mengapa perspektif
pengambilan keputusan? Karena saya sebelum membeli selalu berfikir apakah
barang yang saya beli itu berguna atau tidak bagus atau tidak. Dari belajar
perilaku konsumen juga, saya mengetahui dimensi perilaku konsumen. Dimensi
perilaku konsumen antara lain, bagaimana konsumen mendapatkan barangnya;
bagaimana konsumen mengonsumsinya; dan bagaimana konsumen menghilangkan sisa
konsumsi atau bagian yang tidak dikonsumsinya. Cara yang biasanya dilakukan
konsumen mendapatkan suatu barang atau jasa adalah dengan membelinya, menemukan,
menerima, memproduksi, ataupun warisan. Saya, sebagai konsumen lebih suka
mendapatkan barang yang akan saya konsumsi dengan cara membelinya, walaupun
saya berharap saya menerima dari orang yang dengan baik hati untuk memberi. Selain
itu, banyak cara yang bisa dilakukan konsumen terkait bagaimana ia
mengonsumsinya contohnya adalah dengan cara memakan, meminum, memakai,
menggunakan, membaca, menonton, memiliki, mengendarai, menempati, ataupun
merawatnya. Jika barang yang dikonsumsi masih bersisa, konsumen dapat
menghilangkan hasil konsumsi dengan memberikan, membuang, mendaur ulang ataupun
menjualnya kembali. Ada banyak alasan kenapa kita harus mempelajari perilaku
konsumen, diantaranya adalah perilaku konsumen yang dinamis dan menarik serta
menggambarkan hal-hal yang terjadi di sekeliling konsumen. Selain itu, banyak
sekali manfaat yang didapatkan dengan mempelajari perilaku konsumen, baik bagi
perusahaan, pemerintahaan, maupun konsumen itu sendiri. Manfaat mempelajari
perilaku konsumen bagi perusahaan adalah perusahaan dapat memahami konsumen
sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik. Manfaatnya bagi pemerintah
adalah pemerintah dapat merancang peraturan dan undang-undang yang melindungi
konsumen. selain itu manfaat untuk konsumennya sendiri adalah konsumen dapat
menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan dan meningkatkan pemahaman
mengenai faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. selain itu, manfaat
mempelajari perilaku konsumen karena perilaku konsumen memegang peranan penting
dalam pengemban kebijakan publik.
Risa's Blog
it's me !!!
10 September 2014
05 April 2010
Cara Membuat Telur Asin
Bahan-bahan:
* Telur bebek yang bermutu baik 30 butir
* Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
* Garam dapur ½ kg
* Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air
* Air bersih secukupnya
Alat yang dibutuhkan:
* Ember plastik
* Kuali tanah atau panci
* Kompor atau alat pemanas
* Alat pengaduk
* Stoples atau alat penyimpan telur
Cara pembuatan:
1)Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk)
2)Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkan
3)Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka
4)Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiridari campuran bubuk bata merah dengan garam
5)Tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta
6)Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekelilingpermukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mm
7)Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka
8)Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu)
Sumber: frutiti.multiply.com
* Telur bebek yang bermutu baik 30 butir
* Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
* Garam dapur ½ kg
* Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air
* Air bersih secukupnya
Alat yang dibutuhkan:
* Ember plastik
* Kuali tanah atau panci
* Kompor atau alat pemanas
* Alat pengaduk
* Stoples atau alat penyimpan telur
Cara pembuatan:
1)Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk)
2)Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkan
3)Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka
4)Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiridari campuran bubuk bata merah dengan garam
5)Tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta
6)Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekelilingpermukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mm
7)Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka
8)Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu)
Sumber: frutiti.multiply.com
Langganan:
Postingan (Atom)