it's me !!!

it's me !!!

10 September 2014

Perilalku Konsumen

            Hari pertama belajar mata kuliah Perilaku Konsumen itu seperti mempelajari diri sendiri sebagai konsumen. Pada mata kuliah perilaku konsumen, terdapat perspektif riset perilaku konumen, yaitu perspektif pengambilan keputusan, perspektif eksperiensial, dan perspektif pengaruh behavioral. Berdasarkan riset tersebut, saya termasuk konsumen yang perspektif pengambilan keputusan. Mengapa perspektif pengambilan keputusan? Karena saya sebelum membeli selalu berfikir apakah barang yang saya beli itu berguna atau tidak bagus atau tidak. Dari belajar perilaku konsumen juga, saya mengetahui dimensi perilaku konsumen. Dimensi perilaku konsumen antara lain, bagaimana konsumen mendapatkan barangnya; bagaimana konsumen mengonsumsinya; dan bagaimana konsumen menghilangkan sisa konsumsi atau bagian yang tidak dikonsumsinya. Cara yang biasanya dilakukan konsumen mendapatkan suatu barang atau jasa adalah dengan membelinya, menemukan, menerima, memproduksi, ataupun warisan. Saya, sebagai konsumen lebih suka mendapatkan barang yang akan saya konsumsi dengan cara membelinya, walaupun saya berharap saya menerima dari orang yang dengan baik hati untuk memberi. Selain itu, banyak cara yang bisa dilakukan konsumen terkait bagaimana ia mengonsumsinya contohnya adalah dengan cara memakan, meminum, memakai, menggunakan, membaca, menonton, memiliki, mengendarai, menempati, ataupun merawatnya. Jika barang yang dikonsumsi masih bersisa, konsumen dapat menghilangkan hasil konsumsi dengan memberikan, membuang, mendaur ulang ataupun menjualnya kembali. Ada banyak alasan kenapa kita harus mempelajari perilaku konsumen, diantaranya adalah perilaku konsumen yang dinamis dan menarik serta menggambarkan hal-hal yang terjadi di sekeliling konsumen. Selain itu, banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan mempelajari perilaku konsumen, baik bagi perusahaan, pemerintahaan, maupun konsumen itu sendiri. Manfaat mempelajari perilaku konsumen bagi perusahaan adalah perusahaan dapat memahami konsumen sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik. Manfaatnya bagi pemerintah adalah pemerintah dapat merancang peraturan dan undang-undang yang melindungi konsumen. selain itu manfaat untuk konsumennya sendiri adalah konsumen dapat menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan dan meningkatkan pemahaman mengenai faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. selain itu, manfaat mempelajari perilaku konsumen karena perilaku konsumen memegang peranan penting dalam pengemban kebijakan publik. 

05 April 2010

Cara Membuat Telur Asin

Bahan-bahan:

* Telur bebek yang bermutu baik 30 butir
* Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
* Garam dapur ½ kg
* Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air
* Air bersih secukupnya

Alat yang dibutuhkan:

* Ember plastik
* Kuali tanah atau panci
* Kompor atau alat pemanas
* Alat pengaduk
* Stoples atau alat penyimpan telur

Cara pembuatan:
1)Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk)
2)Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkan
3)Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka
4)Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiridari campuran bubuk bata merah dengan garam
5)Tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta
6)Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekelilingpermukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mm
7)Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka
8)Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu)

Sumber: frutiti.multiply.com